Polda Bali - Polres Tabanan - Polsek Kediri
Sebagai Polisi Sahabat Anak, Polri wajib mengunjungi sekolah-sekolah baik TK maupun SD sebagai wujud Polri dalam merangkul maupun menanamkan citra positif tentang Polri, menghilangkan image Polri yang galak, dan menakutkan menjadi Polri yang bersahabat, humanis dan profesional sehingga penyampaian pesan - pesan kamtibmas dapat diterima dengan mudah.
Disamping itu dalam upaya mencegah terjadinya tindak kriminal dimana anak-anak menjadi korban bahkan sebagai pelakunya serta mencegah peredaran obat-obat terlarang yang menimpa anak-anak dimana banyak jenis obat-obatan berbahaya yang bentuk dan warnanya menyerupai permen dengan berbagai bentuk dan warna yang sangat nenarik sehingga dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk nenyebar luaskan di kalangan mereka.
Penekanan Kapolsek Kediri Kompol I Nyoman Sumarajaya. SH memerintahkan Bhabin agar selalu memantau dan antisipasi peredaran pil tersebut maupun obat2an terlarang lainnya.
Menyikapi hal tersebut Bhabin Polwan Banjar Anyar Polsek Kediri menjalin sinergitas dengan cara melaksanakan kunjungan door to door system secara bergantian ke setiap sekolah yang ada di desa Banjar Anyar maupun memberikan himbauan kepada para siswa yang ditemukan sedang nongkrong di suatu tempat.
Berkaitan dengan hal tersebut Kamis ( 19/10/2017 ) pukul 11.10 wita Bhabin Polwan Banjar Anyar Polsek Kediri Aiptu Ni Putu Sri Parwati, SH mengunjungi SD 4 Banjar Anyar yang sedang istirahat sambil memberikan himbauan dan pesan - pesan kamtibmas tentang tata cara menyebrang jalan ketika berangkat maupun pulang sekolah, tidak menerima pemberian dari orang yang tidak dikenal selain keluarga mereka dan tidak membeli makanan sembarangan karena dikawatirkan tidak sehat sehingga bisa menimbulkan keracunan.
Pada kesempatan tersebut Bhabin juga menghimbau siswa tersebut agar mengenali dan memahami apa itu obat-obat berbahaya seperti Pil PCC maupun segala bentuk narkotika termasuk yang lagi ngetrend yaitu PLAKKA atau lebih dikenal dengan pil Zombie yang dikawatirkan berbentuk permen naupun minuman dengan warna yang menarik minat anak-anak untuk mencobanya sehingga jika mereka sudah mengetahui apa akibatnya atau bahaya dari obat-obatan tersebut diharapkan para siswa bisa mengindari maupun menjauhinya karena bisa mengakibatkan kecanduan, hilang kesadaran, berhalusinasi yang berlebihan bahkan bisa menyebabkan kematian.
Para siswa menyambut baik kehadiran Bhabin Polwan karena bisa memberi informasi maupun wawasan terkait penyalahgunaan obat-obatan terlarang termasuk akibatnya apabila mengkonsumsi barang haram tersebut serta mereka dengan antusias bercerita kepada Bhabin Polwan karena kesan menakutkan terhadap Polri sudah tidak ada lagi sehingga pesan-pesan kamtibmas yang ingin kita sampaikan dapat diterima dengan baik.