Mendekatkan diri dengan masyarakat di desa binaan merupakan hal yang wajib dilakukan untuk dapat memahami dengan seksama tentang segala keluhan dan permasalahan di dalam masyarakat.
Kesempatan berbaur secara kekeluargaan tanpa adanya sekat-sekat antara personil Polri dengan masyarakat sangat mungkin dilakukan pada saat acara-acara adat atau ngayah ( Kewajiban setiap anggota masyarakat adat dalam bergotong royong bekerja tanpa pamrih/sukarela ) untuk mengerjakan sarana keperluan Upacara Adat atau Upacara Agama.
Sabtu 15/09/2017 Babinkamtibmas desa Sanda Aiptu I Nengah Suarja menyambangi warga Dadia ( kelompok Adat segaris dalam keturunan ) Dalem Tamblingan di Banjar Paka desa Sanda yang kebetulan sedang ngayah mempersiapkan sarana Upacara Agama piodalan ( Persembahyangan ) di Sanggah/Pura keluarga Dalem Tamblingan.
Sebagai Pengelingsir ( Orang yang dituakan ) dalam kelompok Dadia Dalem Tamblingan Jero I Nengah Judan yang kebetulan sebagai Penyade Mangku Duwur menjelaskan bahwa kegiatan Piodalan di Sanggahnya jatuh pada setiap hari Sabtu ( Saniscara ) wuku Kulantir dalam perhitungan kalender tahun Saka.
Dalam kesempatan tersebut Babinkamtibmas ikut membaur bekerja bersama masyarakat kelompok Dadia Dalem Tamblingan dengan penuh rasa kekeluargaan dan tanpa merasa ada hal-hal yang membatasinya. Sehingga diharapkan ada komunikasi yang harmonis antara Polri dengan seluruh lapisan masyarakat.