Sabtu, 16 September 2017

Babin desa Padangan

Hadiri Rapat Adat membahas Piodalan di Pura Kedaton Desa Padangan, Polres Tabanan Polsek Pupuan.

   Di Balai Masyarakat Nista Mandala Pura Puseh Desa Adat Padangan, Kecamatan,  Pupuan, Tabanan Jumat (15/09/2017) pukul 20.30. sampai dengan 22.30.wita. dilaksanakan rapat adat membahas tentang rencana Upacara Piodalan di Pura Persimpangan Pucak Kedaton.

   Bhabinkamtibmas Desa Padangan, Kec. Pupuan Aipda I Made Muliana ikut hadir dalam rapat tersebut untuk mendapatkan imformasi atau mengetahui apa saja rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan dalam upacara piodalan tsb. yang jatuh pada hari kamis tgl 5 Oktober 2017, dengan perhitungan sasih yaitu Bulan Purnama sasih kapat, sehingga Bhabin dapat mempersiapkan tugas apa yang harus dilaksanakan agar pelaksanaan tugas pengamanan/pengaturan yang tentunya nanti bersinergi dengan Pecalang Desa Pekraman dapat dilaksanakan dengan baik terprogram, sehingga rangkaian Upacara Piodalan  di Pura Persimpangan Pucak Kedaton dari mulai sampai selesai berjalan aman lancar dan situasi tetap kondusif.

   Hadir dalam rapat tersebut Bendesa Adat Padangan I Gede Artamba, beserta anggota staf Adat, wakil Bendesa Adat (Petajuh) juga sebagai ketua LPD Ds. Padangan I Gede Sintia, Jero Mangku Tri Khayangan,  dan Jero Mangku Pasek lan istri (serati), Kerta Desa bersama staf semuanya kurang lebih 25 orang.
Adapun hasil dari rapat tsb. Menyepakati yaitu  rangkaian Upaca sesuai dengan petunjuk dari Ida Pinandita Sri Empu Nabe Griya Padang Taman Sari Padangan,  Saniscara Gumbreg (Sabtu 30/09/17) melaksanakan Mecaru, Makuh, Melaspas, Ngelemiji aye. Buda Wariga (Rabu 4/10/17) mapakeling ring Pura Ulun Desa, Mendak Siwi di Pura Catus Pata, Nyiramang di tempat/Pura (ngubeng), Waraspai/Purnama Kapat (Kamis 5/10/17) Upacara Piodalan sampai selesai.

   Wakil Bendesa Adat/ketua LPD Ds. Padangan juga sebagai Ketua Panitia Pembangunan (renofasi Pura Persimpangan Pucak Kedaton) I Gede sintia menyampaikan saat ini pembangunan 7 Pelinggih, tembok penyengker Pura, dan Candi Kurung sudah selesai 99% dan sebelum hari "H" nanti brani dipastikan selesai 100% terakhir disampaikan banyak terimakasih pada Bhabin yang slalu menyempatkan waktu untuk kontrol / sambang para pekerja di Pura.

   Ditemui terpisah Sabtu (16/09/2017) Jero Mangku Pasek di rumahnya menerangkan pilosofi/sejarah terjadinya Pura Persimpangan Pucak Kedaton Padangan yaitu setelah jaman itu situasi dianggap aman Ida Sesuhunan sane melinggih ring Pucak Kedaton (yang berstana di pucak Kedaton yaitu Pucak Gunung Batukaru) memerintahkan kepala perangnya  bliau sane mapesengan Sufra pakulun yang bernama I Ratu Bagus Mentang Yuda untuk mencari tempat stana yang didasari oleh manik selaka di wawengkon Tabanan namun sampai habis Bliau keliling tidak menjumpai daerah/tempat yang didasari dari manik selaka akhirnya Bliau duduk termenung kemudian bangun jalan lagi dengan lunglai akhirnya sampai di Padangan Bliau masih jalan menunduk sabil memikirkan dasar manik selaka pas sampai di lokasi Pura sekarang Bliau kaget mengartikan manik selaka itu manik artinya sari selaka artinya putih ditempat Bliau berdiri tanah sari yang mengental jadi paras warnanya putih sampai sekarang area di lingkungan Pura Persimpangan Pucak Kedaton Padangan disebut paras putih akhirnya didirikan pelinggihan Ida, yang kemudian 6 juru perang Ida Sesuhunan Pucak Kedaton termasuk Penglingsir juru perang Ida sane mapesengan sugra pakulun Ida Bagus Bujada mohon agar diijinkan ikut bersama sehingga di Pura Persimpangan Pucak Kedaton Padangan ada 7 Pelinggih sampai sekarang