Laman

Wilayah

Selasa, 15 Mei 2018

Bhabin ds timpag bersama masy mendirikan rumah/sangkar byrung hantu di ds timpag

Polda Bali - Polres Tabanan Polsek Kerambitan - Bhabinkamtibmas Desa Timpag Aiptu I Nengah Jaya.

Beberapa anggota petani dari Kelompok Desa Timpag pada hari Selasa 15/5/2018 bersama sama dengan bhabinkamtibmas desa Timpag Aiptu I Nengah Jaya mengadakan gotong royong untuk mendirikan Rumah/ sangkar Burung Hantu yang memiliki nama ilmiah Tyto alba.

Kegiatan ini dilaksanakan di Subak Selemanik Desa Timpag. Adapun Pembangunan sangkar burung ini bertujuan untuk mengembangbiakan Burung Tyto Alba agar kelestariannya tetap terjaga.

Hal tersebut  dilakukan  mengingat  Burung Hantu adalah  termasuk Binatang atau musuh alami dari Hama tikus   dan cara pengendalian yang paling  efektif  dan  efisien,  baik  manfaat untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Karena beberapa petani  di beberapa Kelompok tani terutama di Areal persawahan yang sering Terjadi serangan tikus atau Daerah Endemi Tikus,  yang biasa memasang Umpan Racun untuk Tikus gmaupun berupaya memasang strum listrik untuk membunuh tikus di areal persawahan. Namun Cara ke dua yaitu ( memakai Strum listrik ) memang Efektif daya bunuhnya terhadap Tikus, tetapi selain membutuhkan biaya tinggi maka Dampak yang paling besar ditimbulkan adalah  Jika  cara memakainya salah/ sembarangan bisa membunuh Hewan lain seperti Ular, Garangan, Kucing bahkan memakan Korban manusia sendiri.  

Sehingga Beberapa Petani dan Poktan telah sadar bahwa cara yang paling aman dan efektif Adalah  melestarikan Burung Hantu ( Tyto Alba ) bebas di Alam dengan menyediakan atau memasang Sangkar/ Pagupon tersebut. Selain Sangkar/ Pagupon Burung Hantu akan segera di pasang dibeberapa Kelompok Tani di Desa Timpag, maka akan segera dipasang Papan Larangan (Bener) yang berisikan Gambar-gambar Hewan yang harus dilindungi dan dilestarikan keberadaannya dan PerDa atau PerDes  terutama untuk   Ditujukan bagi Pemburu dari luar, yang tujuannya membuat Jera / tidak melakukan Perburuan lagi.

Semoga alam kita tetap lestari. Mari menjaga keseimbangan alam berdasarkan konsep tri hita karana.